Tampilkan postingan dengan label Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2016

MATERI MATRIKULASI IBU PROFESIONAL #BATCH 2

MATERI MATRIKULASI IBU PROFESIONAL BATCH #2
Buat yang masih penasaran, apa saja sih yang dipelajari di program Matrikulasi Ibu Profesional, berikut beberapa materi yang akan menjadi bahan diskusi kita selama 8 minggu
Prolog : Adab Menuntut Ilmu ( Senin, 17 Oktober 2016)
#1 [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga (Senin, 24 Oktober 2016)
#2 [Bunda Sayang] Membangun Peradaban dari dalam Rumah (Senin, 31 Oktober 2016)
#3 [Bunda Sayang] Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani (Senin, 7 November 2016)
#4 [Bunda Cekatan] Ibu Manajer Keluarga (Senin, 14 November 2016)
#5 [Bunda Cekatan] Belajar Bagaimana Caranya Belajar (Senin, 21 November 2016)
#6 [Bunda Produktif] Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari (Senin, 28 November 2016)
#7 [Bunda Produktif] Menemukan misi spesifik hidup (Senin, 5 Desember 2016)
#8 [Bunda Shaleha] Ibu sebagai Agen Perubahan (Senin, 12 Desember 2016)



PROGRAM MATRIKULASI IBU PROFESIONAL #BATCH 2

Program MATRIKULASI IBU PROFESIONAL Batch #2
🔹APA ITU PROGRAM MATRIKULASI IBU PROFESIONAL BATCH #2
Adalah program kuliah para ibu dan calon ibu yang ingin maupun yang sudah lama bergabung di komunitas Ibu Profesional, agar memiliki kesamaan kompetensi ilmu-ilmu dasar tentang bagaimana menjalankan peran sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dengan sungguh-sungguh (Profesional) serta bisa memahami kultur komunitas.
Program Matrikulasi ini adalah prasyarat wajib yang harus dilalui oleh para ibu dan calon ibu yang ingin bergabung di Komunitas Ibu Profesional.
🔹BAGAIMANA CARA MENGIKUTINYA?
a.Calon peserta program silakan melengkapi form di bawah ini, sesuaikan dengan kota domisili anda masing-masing, pendaftaran dibuka mulai tanggal 6-13 Oktober 2016

SIAPAKAH YANG BOLEH IKUT
a. Semua Ibu dan calon ibu dari beragam suku, ras dan agama yang ingin bergabung di komunitas Ibu Profesional
b. Semua ibu dan calon ibu yang sudah masuk grup WA Ibu Profesional dan ingin menjadi member tetap Ibu Profesional
c. Semua Ibu dan calon ibu yang aktif di rumah belajar, passion club, Kelompok minat IIP dan ingin menjadi member tetap Ibu Profesional.
🔹 KAPAN PROGRAM INI AKAN DIMULAI?
Batch #2
a. Pendaftaran secara resmi dibuka tanggal 6-13 Oktober 2016
b. Pembuatan grup kelas, 14 Oktober 2016
b. Program Matrikulasi dimulai tanggal 17 Oktober 2016, jam 20.00-21.00 


Jumat, 10 Juni 2016

Komunikasi Produktif oleh : Dodik Mariyanto

Tema : Komunikasi Produktif
oleh : Dodik Mariyanto

“Suami saya tidak pernah berkomunikasi, Pak. Kalau j di rumah dia cuma diaaam saja.”

Pernah mendengar kalimat di atas?
Mari kita luruskan dulu, barangkali yang dimaksud adalah sang suami sedikit berbicara dengan sang istri (dan mungkin juga dengan anak-anaknya). Dalam konteks hubungan antar manusia, tidak mungkin orang tidak berkomunikasi. Bahkan ketiadaan pesan adalah juga sebuah pesan.

“Biasanya Mas seminggu sekali pasti telepon. Ini sudah 3 minggu kok tidak ada kabar beritanya?”

Anda menangkap pesannya?

Pesan dapat diwujudkan dalam kata-kata, ekspresi wajah, sorot mata, gerak tangan, gerak tubuh dan juga bahkan dalam diam. Setiap elemen memiliki daya. Ada kalanya suatu pesan powerful saat disampaikan dengan kata-kata, adakalanya cukup dengan ekspresi wajah, atau bahkan diam lebih berdampak besar.

Setiap orang juga bisa punya gaya sendiri, yang sesuai dengan dirinya. Tokoh berikut mungkin dapat member gambaran: Soekarno kuat dengan kata-katanya, tulisan dan juga aspek visualnya. Sementara Soeharto banyak mengirimkan pesan dengan diam dan senyumnya.

Anda bisa membayangkan film Mr. Bean dipenuhi dengan kata-kata?
Lalu bagaimana kita bisa mengetahui gaya komunikasi yang cocok untuk kita? Bagaimana kita tahu pola komunikasi yang paling efektif untuk kita?

Cara sederhana adalah ikuti aturan ‘Look for the response ~ I’m responsible for my communication results.’

Lihatlah respon dari kawan bicara kita. Apakah ia mengerti dengan baik? Apakah ia menerima pesan kita dengan baik? Apakah ada penolakan? Apakah ada ketidaksukaan? Dll.
Lalu kita belajar bahwa apapun respon dari kawan komunikasi kita itu SEPENUHNYA adalah tanggung jawab kita sebagai pengirim pesan (komunikator).

Mari belajar untuk tidak menyalahkan kawan bicara kita atas ketidakmengertiannya, kesalahpahamannya, hasil yang keliru, dsb.
Latihan dasar, coba perhatikan apakah kehadiran kita ketika anak-anak dan suami/istri sedang kumpul menambah kegembiraan? Atau justru menghadirkan persoalan?
Perhatikan perubahan itu terjadi sejak awal kita bergabung? Di tengah? Atau di akhirnya? Pada saat kita mengucapkan kata apa? Atau saat kita bertingkah seperti apa?
Cermati apakah hal itu berulang terjadi?
Apakah Anda ingin mengubahnya? Menghilangkannya? Atau mempersering kemunculannya?

Gaya komunikasi kita bukanlah sesuatu yang ujuk-ujuk terjadi, bukan warisan dari leluhur. Gaya komunikasi kita adalah kristalisasi dari latihan berulangkali dan bertahun-tahun, baik latihan itu kita sadari dan kita rencanakan, ataupun kita tidak sadar telah melatihnya setiap hari, setiap jam dan setiap menit dengan mengulang-ulang memakainya di setiap kesempatan.

Gaya komunikasi kita akan banyak memberi warna kepada anak-anak kita. Anak-anak adalah pencontoh yang baik. Adakah kita sudah menjadi contoh yang baik? Apakah kita memiliki gaya komunikasi yang unggul?

Mari berlatih.

Memunculkan dan Mengembangkan Bakat Anak

�� Resume Kulwap Gabungan
IIP Jkt 01 & Jkt 02

��Selasa, 26 April 2016

����Mira Kurniasari (Bunda Rahma, Zava Cake)

��Materi Kulwap
�� Memunculkan dan Mengembangkan Bakat Anak

APAKAH INI BAKAT ANAK SAYA?

Bakat itu bukan Takdir seperti judulnya buku Mas Bukik Setiawan.

Awalnya bakat bisa terbentuk dari stimulan yang bervariasi dan memadai, lalu muncul minat anak sehingga anak merasa senang dan mudah (ENJOY & EASY) menjalani aktivitasnya.  Oleh karena itu bisa didefinisikanminat anak adalah ketertarikan anak pada objek atau aktivitas tertentu.

Minat anak dipengaruhi oleh kecerdasan majemuk seorang anak dan stimulan yang didapat anak. Anak itu unik, yang memiliki proporsi kecerdasan majemuk yang berbeda.

Kecerdasan majemuk menurut  Howard Gardner  adalah kemampuan biopsikologis dalam mengolah informasi untuk menyelesaikan persoalan atau menciptakan karya. Kecerdasan majemuk meliputi kecerdasan aksara, visual dan spatial, logika, alam, music, interpersonal, intrapersonal, dll.

Setelah itu ada proses6 untuk meningkatkan kemampuannya secara konsisten hingga mencapai tingkat-tingkat keahlian tertentu (EXCELENT) bahkan bisa "menghasilkan" untuk menjalani kehidupannya (EARN). Pada tahap ini bisa dikatakan itu bakat anak yang dipahami sebagai kemampuan untuk melakukan suatu tindakan pada tingkat keahlian tertentu(temantakita.com).

Komunikasi orang tua dengan anak tentang bakatnya sangat penting antara lain apa potensi, minat dan bakat anak, apa tujuan mengembangkan bakatnya itu, apa aktivitas yang asik untuk mengasah bakatnya itu termasuk hal-hal yang penting dalam proses tersebut  Hal ini upaya mencegah anak merasa terpaksa bahkan bisa menyebabkan anak lelah hingga berhenti dalam aktivitas bakatnya.

Bagaimana mengasah bakat anak? Sering kali anak-anak lebih cepat belajar sendiri dari pada dibimbing. Saat ini semakin mudah setiap orang untuk mempelajari sesuatu. Yang bisa dilihat, bagaimana konsistensi anak untuk terus meningkatkan kemampuannya. Nyantrik atau magang bisa menjadi  proses untuk mengasah kemampuan bakat secara lebih luas. Bukan hanya kemampuan bakat saja yang diasah tapi kemampuan lain yang akan mendukung kemampuan bakatnya itu.

Orang tua bisa membantu melihat kesempatan yang bisa diambil anak. Bagi orang tua memang perlu kesabaran dalam menjalani proses semua ini serta membuka diri terhadap berbagai kesempatan dan perubahan yang bisa terjadi.

©IIP Jakarta

����������������

❓Sesi Tanya Jawab❓

1⃣ Usia berapakah bisa dikatakan anak berbakat di suatu bidang, bukan sekadar kegemaran sementara? Apakah bakat dan minat selalu berjalan beriringan?

���� Mira: Saya memandang bakat adalah proses yang konsisten dilakukan oleh seorang anak untuk terus meningkatkan kemampuannya di bidang tertentu hingga suatu tingkat keahlian.
Tidak ada patokannya usia, umurnya dinyatakan berbakat saat mencapai suatu tingkat keahlian tertentu.

Minat dan bakat tidak selalu seiring karena minat anak sangat mungkin mengikuti trend.

2⃣Bagaimana awal mulanya zava cake?
Ida, IIPJkt02

���� Mira: Anak anak mulai memasak dan membuat kue sejak 7 th. Anak anak senang melihat YouTube cara membuat berbagai macam kue lalu dicoba.

Rahma memang ingin membuat toko kue bersama temannya vallen. Oleh karena itu mereka membuat nama zava cake. Sehubungan vallen sibuk di sekolahnya akhirnya rencana itu hanya dilanjutkan oleh Rahma.

Sekitar April 2015 buat kartu nama zava cake walaupun belum ada rencana detil. Di kartu nama ditulis "opening soon". Kartu nama itu dibuat untuk keperluan Rahma berjejaring di pesta wirausaha TDA.

Seminggu kemudian saya minta tolong rahma buatkan apple pie untuk hantaran. Memang saat itu kami cukup sering buat Apple pie terutama untuk hantaran ke keluarga. Ternyata teman saya itu memceritakan Apple pie ke grup. Alhamdulillah sejak itu bergulir peaanan zava cake.

3⃣ Kapan mba mira benar2 menyadari kalo rahma benar2 berbakat di dunia cooking..
Tips apa utk ortu dng ketertarikan anak yg sama ama rahma..
Titip cium buat rahma dr fans beratnya..belva ��
Efi, IIPJkt02

���� Mira: Sampai saat ini saya tidak menyatakan bahwa "baking" itu satu satunya bakat Rahma sehingga Rahma hanya harus fokus di situ. Tapi memang Rahma alhamdulillah punya kesempatan untuk terus mengembangkan diri di bidang itu misalnya Hari minggu kemarin, alhamdulillah dapat kesempatan magang asisten chef di kursus membuat cheesecake.

Apalagi Rahma punya minat lain sepertinya fotografi dan ikut aktif upload Tema tertentu yang dikaitkan dg minat membuat kuenya. Atau Rahma senang berteman, dia senang membuat kue ulang tahun teman temannya.

Alhamdulillah hal hal tersebut mengasah kemampuannya.

Tips utk ortu yg punya ketertarikan sama dg Rahma:
1. Memfasilitasi saat anak ingin mempraktekkan sesuatu. Alhamdulillah dg Zavacake, anak anak punya kesempatan lebih banyak dalam membuat berbagai variasi kue.

2. Minat lain bisa mendukung kemampuannya misalnya minat fotografi membuat dia senang mendokumentasikan hasil buatannya. Jadi minat lain tidak perlu dihambat.

3. Melihat kesempatan apapun yang kemungkinan anak perkembangan lebih luas. Misalnya saya memberanikan diri bertanya kepada seorang chef yang memang saya dan rahma sangat kenal, apakah Rahma bisa menjadi asisten saat chef tersebut mengajar. Alhamdulillah bisa, kami sangat bersyukur. Oya ini sebelumnya ditanyakan dulu ke Rahma, apakah dia mau sambil dibicarakan apa tujuannya.

Peluk cium buat belva Dari Rahma.

4⃣� Kapan sebaikknya minat/bakat pada anak harus kita fahami/arahkan?
Jika krn kesibukan ortu masih bisakah? .
Bakat/minat anak kita kenali,meskipun usia anak sdah sekitar 20an?
Ida-IipJkt1.

���� Mira: Prinsipnya perhatian orang tua, walau sibuk sebenarnya bisa teramati minat anak.

Saat anak memperlihatkan keinginan untuk semakin berkembang, kita pun siap memfasilitasi.

Usia 20 tahun, tentu masih bisa. Ada yang baru menyadari bakatnya Setelah usia 50 tahun

5⃣Dari usia berapa anak sudah bisa fokus utk dikembangkan minat dan bakatnya?
Juga trus misalnya minat dan bakatnya ada beberapa...yg mana yg didahului? Atau berbarengan saja semua difokuskan dicari mentor misalnya?
-bundaA-

���� Mira: Beda beda ya...kapan anak mulai fokus tergantung karakteristik anaknya juga. Ini berdasarkan pengalaman. Naura sudah sejak 2 tahun fokus dengan menggambar.

Proses ini kita nikmati bersama dengan anak anak.

Kalau minat ada beberapa tidak masalah sebenarnya tapi anak anak diajak bicara  bagaimana mengatur waktu bahkan sampai Dana yang dibutuhkan untuk mengasah minatnya. Saya minta kepada Allah SWT untuk memudahkan segalanya. Allah SWT akan memberikan kesempatan yang sering Kali terpikirkan saja tidak

Kebutuhan mentor tergantung pada kondisi anak juga.

6⃣Dari usia berapa bakat anak bisa drangsang?
ini anak saya umur 1,5 th cowo suka nya main d luar,kl main di dlm cepet bosen. Diajak main bola udah ga minat.
-faki iip jkt 01-

���� Mira: Pada dasarnya anak suka bergerak. Diperhatikan saja apa yang membuat katanya berbinar saat melakukannya.

Anak anak senang sekali latihan golf . alhamdulillah ada akademi gratis. Mereka sangat berbinar saat jadwalnya golf.

Kalau begini, mereka tidak perlu dipaksa paksa.

Oya saat anak anak beri stimulan yg beragam.

Tapi jangan memaksa.

7⃣ Assalamualaikum mba mau tanya
Gmn memposisikan diri sbg ortu atas anak2 yg pny sikap berbeda sehingga kt menerjemahkannya pny bakat berbeda pula? Arti kata lain,strategi dan kiat mjd ibu jika pny anak yg berbeda2 bakatnya?
-wina iip 01-

���� Mira: Wa'alaikumsalam, Idealnya kita memfasilitasi semuanya.

Di sini mungkin butuh kreativitas kita bagaimana anak anak bisa terasah sesuai dg kemampuannya.

Saya minta kepada Allah SWT, karena merasa banyak keterbatasan. Yakin Allah swt memberikan kesempatan utk mengasah kemampuannya anak kita sesuai dg kondisi kita. Diawali dg bersyukur Dari setiap kesempatan yg ada.

Insha Allah, banyak kemudahan.

Penting juga komunikasi dg semua anak bersamaan. Mereka belajar saling memahami.

Alhamdulillah Rahma dikirim akademi ke gombel Semarang. Turnamen golf junior ada peserta Korea, filipina juga. Semua adik adiknya kerjasama untuk ongkos ke Semarang. Mereka semangat untuk jualan.

8⃣Kalo boleh tau..berapa omset zava cake perbulan? ��

���� Mira: Variasi terbesar saat ramadhan 12 Loyang sehari. Karena belum ada karyawan lain, memang belum sepenuhnya dikembangkan karena kesibukan latihan yg lain.

Alhamdulillah sekarang sdg siapkan kue ulang tahun.

��Penutup:

����Mira: kata kunci mungkin perhatian, kesabaran berproses kreativitas dan komunikasi.
Terima kasih teman teman.. Semoga bermanfaat ya.

©IIP JAKARTA

BINTANG DI BALIK BINTANG

BINTANG DI BALIK BINTANG

Masih ingat artikel "Panggil Aku Septi, Bukan Ibu Dodik". Disana saya menceritakan satu permintaan saya untuk tetap dipanggil nama saya, setelah menikah.

Dalam rangka hari kartini di pemprov Jateng, saya langsung dapat ujian. Masuk ke ruang transit pembicara, dimana di dalamnya sudah ada ibu-ibu pejabat yang cantik- cantik. LO saya mengenalkan satu persatu ibu-ibu cantik ini.

" Ini ibu Gubernur", " Ibu Pangdam", " ibu Kapolda"

" Saya Septi, Ibu rumah tangga", kata saya, memperkenalkan diri dengan gagah, sambil menjabat tangan para ibu ini satu persatu.

Kemudian LO bilang ke saya,

"Mohon maaf bu, untuk ajudan ibu bisa menunggu di luar"

" Saya sempet bingung, ajudan?!"
Saya tengok kanan kiri. Ooh ternyata Ara, anak saya yg dimaksud.

"Mbak, saya ibu rumah tangga, tidak punya ajudan, hanya punya anak, dan dia berhak duduk sejajar dengan saya di ruangan ini", kata saya.

Kemudian Ara pun ikut memperkenalkan dirinya dengan gagah. (ini salah satu materi yg terus dilatihkan pak Dodik untuk anak dan istrinya agar tetap PD, ketika harus memperkenalkan diri diantara para pejabat).

Di ruangan itu Ara langsung mengeluarkan kartu namanya sebagai founder urtravelearner.com  bukan sebagai anak "Ibu Septi". Dan memimpin pembicaraan bersama ibu-ibu pejabat, sehingga saya bisa dengan tenang minum kopi :).

"Mohon maaf, Ibu Atiq ( Nama asli istri gubernur Jateng) dari Purbalingga?, kata Ara mengawali pembicaraan.

" Oh iya, Ara", kata istri Gubernur ini dengan mata berbinar.

" Insya Allah, akhir tahun ini saya akan menyelenggarakan konser "Jazz Girli" ( Jazz pingGir kaLi) di Purbalingga bu", kata Ara dengan semangat.

Seketika pancingan satu kalimat Ara ini menarik obrolan seru diantara para ibu pejabat. Mulai dari kampanye sungai sbg peradaban, program anak muda membangun desa dll.Mereka asyik berdiskusi bersama Ara.

Setelah acara talkshow selesai, Ibu Pangdam menghampiri saya

"Mbak, saya kok merasa satu chemistri dengan anda, boleh minta no telpnya?"

" Silakan bu, dengan senang hati" jawab saya.

" Saya simpan balik no ibu di hp saya ya", kata saya sambil memasukkan angka demi angka

Mohon maaf nama ibu siapa?, tanya saya untuk memasukkan nama di list contact.

" Ibu Jaswandi", kata beliau

" Nama asli ibu?", tanya saya kembali

" Munik Jaswandi", jawab beliau sambil tersenyum manis.

Dan saya mengetikkan nama "Ibu Munik" di list contact hp saya. Sosok Ibu pejabat yang dari tadi menarik perhatian saya, sabar, pintar, penuh senyum, tanpa polesan make up. Beliau sangat layak menjadi bintang untuk dirinya.
---------------------------
Bunda,  anak-anak anda dan diri anda adalah bintang. Teruslah menjadi bintang, jangan mau berlindung di balik bintang , dan jangan melindungi anak kita atas nama bintang, karena itu berarti kita dan anak kita bukan lagi seorang bintang.

Setelah menjadi bintang untuk diri kita, maka jadilah bintang yang mulia, Bukan bintang yang mendongak angkuh menatap silau matahari, jadilah bintang yang bersujud, karena itu cara terindah berbisik rapat ke arah bumi tetapi didengar oleh penghuni langit.

#Day30
#ODOPfor99days
#Semuaadalahbintang

INDAHNYA PERSAUDARAAN INDAHNYA KEBERSAMAAN.

Kenapa hujan itu menyenangkan ??
❓❓❓ ������

Karena turunnya rame2 ������

Pasti garing kalau hujan itu turunnya hanya satu tetes. Lantas satu tetes lagi dan seterus nya, ya kan ?
������

Kenapa nasi itu mengenyangkan ??
������

Karena disajikan rame2 juga ������

Pasti kita bengong kalau hanya satu butir saja disajikan diatas piring. Dan kita pasti bertanya mau makan apa ??
������

Tahu ngak gigi itu berguna karena rame2 berbaris rapi
������

Tapi kalau tdk berbaris rapi, pasti ompong namanya kalau cuma ada satu gigi
������

Dan tidak bisa buat mengunyah, ya kan ? Dan hanya bisa dipakai buat tersenyum dan org akan aneh melihatnya
������

Nah, maka itu, didunia ini sesuatu yang positif selalu spesial apabila dilakukan rame2
������

Contoh : Gotong royong, rame2 tentu lebih oke
���������

Belajar rame2 itu lebih banyak yang dipelajari
������

Bekerja, rame2 itu lebih cepat selesai
������

Itulah gunanya teman2 rame2 di group ini dan baik2 makanya jadi heboh
������

Apalagi ada teman2 yang saling menasehati & mengingatkan, itu menjadi lebih seru
������

Maka itu keyboard laptop atau HP / Iphone harus lengkap
������

Karena kalau hilang satu saja, rasanya tidak utuh lagi dan ngak tahu lagi bagaimana pakainya ??
������

Begitulah pertemanan di group ini ������������

Hilang satu, terasa kosong semuanya
������

Kalau lengkap dan Rame2 pasti menyenangkan
������

Kesimpulan Jika kita berada dalam pertemanan, maka itu lebih baik daripada bengong sendirian
������

Semoga hari ini semua kita dapat bersukacita menikmati hidup ini
������������

Tetaplah bertahan dalam indahnya kebersamaan
������

Pastikan ya...
Anda tidak hidup menyendiri, tinggallah dalam komunitas   jika Anda ingin kuat, panjang umur dan terus bertumbuh..
������

INDAHNYA PERSAUDARAAN

INDAHNYA KEBERSAMAAN.

Rejeki Nomplok

Resume Kuliah Umum Rejeki Nomplok IIP Salatiga

������
Hari, tanggal : Sabtu, 7 Mei 2016
Jam : 09.00 – 11.00
Tempat : SALAM Learning Centre Cabean
Narasumber : Isti Khairani (Founder Bumi Inspirasi Learning Centre Bandung)

Yap. Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan kami sepakat untuk komit dengan basic rule IIP: tepat waktu. Jadi, cek sound siap dikumandangkan.

Eits, ternyata seluruh peserta kemarin sama sekali belum ada yang pernah cek sound, termasuk mb Isti. Cek sound ini adalah yel-yel pemacu semangat a la IIP yang biasanya diperdengarkan di awal pertemuan IIP, baik itu kuliah offline, kuliah umum, ataupun acara2 offline IIP lain.

_Cek Sound_ ………………………*Huha!*
_What Your Problem?_ ………*No problem!*
_What Your Problem?_ ………*No problem!*
_What_……………………………….*Challenge!*
_What_……………………………….*Challenge!*
_ProtectYourself_ ………………*Cancel cancel go away !*
_Ibu Profesional_ ……………… *Huu…yess!*

Yel-yel ibu profesional sarat akan makna karena yel-yel tersebut selain membangkitkan semangat juga mengajarkan cara kita berkomunikasi dalam mendidik anak-anak, tiga hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi yaitu intonasi, bahasa tubuh dan verbal … ketiga hal ini masuk dalam yel-yel

*- Cek sound …. Huha*
Hal ini mengajarkan kita mengatur intonasi suara. Ketika dikatakan cek sound …maka teman-teman mengatakan huha dengan kencang, ada ruhnya (suara Huha dikeluarkan pakai suara perut, bukan menggunakan suara dari diafragma)
Jika ibu terbiasa menggunakan suara diaragma biasanya akan jarang didengar anak. Berbeda halnya jika menggunakan suara perut selain anak lebih cenderung perhatian terhadap apa yang kita ucapkan juga bisa membuat perut kita menjadi kemps.

*- What your problem….no problem*
*- What …Challenges*
Maka intonasi seorang harus tepat, dengan suara tegas. Tidak ada masalah di ibu professional yang ada adalah tantangan (agar kita berpikir positif terhadap satu situasi), baik ibu yang bekerja di ranah domestik dan ranah publik karena ketika kita mengatakan problem (masalah) maka raut wajahnya akan terlihat jelek, sebaiknya kita ganti masalah dengan tantangan (kedua ujung bibirnya tertarik semuanya dan tubuhnya jadi keren).

*- Cancel …cancel go away*
Adalah cara kita untuk meninggalkan gangguan dari luar, maka kita katakan pada diri kita sendiri, “lakukan sekarang, jangan ditunda-tunda” (dengan bahasa tubuh menolak untuk menunda suatu pekerjaan atau menumpuk tugas)…

*- Ibu professional….huuuu yes*
Ketika dikatakan ibu professional, maka kita menyambutnya dengan menggerakan tangan dari bawah ke atas sambil bersuara huuuuuuu yes dengan mantap.

��������

Mbak Isti mengawali sharingnya dengan flash back bagaimana beliau merintis Bumi Inspirasi Learning Centre (BILC). Beliau pertama kali mengenal Ibu Profesional, saat sedang di rumah mertua, dan tanpa sengaja membaca buku “Hei Ini Aku: Ibu Profesional!” kepunyaan Ibu Mertua ketika Bunda Septi bersilaturahmi ke rumah keluarga besar suami di Salatiga. Setelah membaca buku tersebut dan membaca kisah-kisah Ibu Profesional, motivasi untuk berhenti kerja dan lebih fokus pada buah hati di rumah semakin besar. Ketika itu mb Isti sudah bekerja di bank BUMN selama lebih dari 9 tahun sempat ada kegalauan, selepas resign mau ngerjain apa?

BILC lahir dengan muatan makna Hijrah, hasil perenungan tentang  makna syukur, dan makna hidup. Bumi Inspirasi Learning Center lahir dengan  impian agar “Rumah”  kami (dalam bahasa sunda, Bumi artinya adalah Rumah) bisa menjadi tempat untuk berbagi inspirasi kepada seluruh masyarakat, yaitu untuk berbagi ilmu dalam 3 pilar utama, yaitu Financial Literacy, Green and Clean Literacy (melalui Bank Sampah), serta Al Quran  Literacy (melalui Taman Pendidikan Al Qur’an). Tujuan besar dari Bumi Inspirasi terkait Financial Literacy adalah untuk mewujudkan masyarakat  Indonesia yang kuat, jujur, dan amanah.
Berawal dari passion, yaitu Financial planning dan parenting, dan passion untuk mengajar, mb Isti ingin mempunyai bisnis yang bisa bermanfaat untuk keluarga, masyarakat, dan ibadah. Event pertama beliau adalah Perencanaan Keuangan Keluarga Muslim di Institut Ibu Profesional (Learning Center), Alhamdulillah dihadiri 35 orang, dan sangat didukung oleh sahabat-sahabat di Institut Ibu Professional, baik dalam tempat, sarana, pembuatan flyer, dan promosi.  Alhamdulillah, perwakilan Bank Syariah Mandiri Bandung Ahmad Yani juga hadir dalam Workshop Financial Plan Keluarga Muslim di Institut Ibu Profesional Learning Center. Dan karena kesamaan visi dengan Bank Syariah Mandiri, untuk membangun peradaban mulia, silaturahmi, dan saling membantu sesama, BSM mengundang mb Isti untuk menjadi pembicara terkait perencanaan keuangan untuk 100 Fasilitator Proyek Nasional Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandung.

Mb Isti berbagi banyaaaak sekali inspirasi tentang pengembangan pilar kedua BILC lewat gerakan Bank Sampahnya. Berbagai event kreatif seperti Mobile Daycare, Gerakan BBM (Belanja Hemat, Berbagi, dan Menabung), Cafe Bank Sampah, integrasi TPA (Taman Pendidikan Al Quran) dengan BSBI (Bank Sampah Bumi Inspirasi), kegiatan lomba bermuatan edukasi lingkungan, dan jurus-jurus sosialisasi edukasi pada awal-awal rintisannya. Dari nasabah yang Cuma beberapa, saat ini BSBI sudah memiliki lebih dari 150 nasabah lho. Dari yang saldo Cuma beberapa puluh ribu, nasabah BSBI ada lho yang bisa qurban dengan menggunakan saldo tabungannya. Belum lagi prestasi BSBI sebagai Bank Sampah terbaik di Bandung. Maasya Allah!

Lalu, di pilar ketiga (al Quran Literacy), mb Isti bertutur tentang siswa TPA Bumi Inspirasi yang disarankan untuk menjadi Nasabah Cilik Bank Sampah, sehingga bisa memiliki tabungan dari sampah. Anak diharapkan dapat menjadi lokomotif untuk mengajak keluarganya untuk menjadi keluarga cerdas financial dan ramah lingkungan. Perlahan tapi pasti, kesadaran anak-anak TPA untuk menabung di Bank Sampah meluas dan kegiatan TPA menjadi lebih mengasyikkan.

��������

Waktu berlari begitu cepat. Tiba-tiba saja sudah hampir jam 11 siang. Padahal masih buanyaaak yang ingin ditanyakan, didiskusikan, dan dijelaskan oleh mbak Isti dan seluruh peserta. Meski demikian, pertemuan singkat dengan Mbak Isti tempo hari benar-benar menjadi rejeki nomplok karena grojokan semangat dan ilmu dari beliau.

Sekali lagi, terima kasih banyak atas seluruh pendukung acara kemarin, baik langsung maupun tidak langsung. Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan barokah hingga dapat menjadi tambahan timbangan kebaikan bagi semuanya.

Salatiga, 9 Mei 2016

��������

Referensi pelengkap:
http://www.bumiinspirasi.or.id/
http://www.ibuprofesional.com/profiles/blogs/yel-yel-ibu-profesional-yang-penuh-makna-1

DUA IKATAN (Bonding) YANG MENGUATKAN Oleh: Masyhuri Az Zauji

#OrangtuaBerkemampuanKhusus

DUA IKATAN (Bonding) YANG MENGUATKAN
Oleh: Masyhuri Az Zauji

Berawal dari sebuah curhatan...

Tema diskusi kali ini, diantaranya dilatar belakangi sebuah 'alasan' yaitu ketika  saya menerima curhatan dari seorang sahabat tentang ‘masalah’ anaknya di sekolah. Bagi yang bersangkutan dan kita semua semoga ulasan sederhana ini mampu menjadi tambahan motivasi untuk menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan terutama yang dialami oleh anak-anak kita dengan cara yang benar dan jalan keluar semoga terbuka lebar. Aamiin...

Sahabat saya mengeluhkan tentang minimnya pembatasan dan pengawasan oleh pihak sekolah terhadap anak didik di sekolah dalam penggunaan gadget dan fasilitas internet. Di sekolah (SD) tersebut tersedia fasilitas WiFi yang bisa dengan bebas diakses oleh siapapun termasuk para siswa/i SD. Keleluasaan akses internet ini semakin ‘menghawatirkan’ karena pihak sekolah membebaskan anak didik untuk membawa gadget (smartphone) ke sekolah. Beberapa dampak buruk pada diri anak sudah mulai dirasakan/terlihat, akan tetapi sahabat saya ini kurang mendapat ‘dukungan’ baik dari wali murid lain maupun pihak sekolah. Pihak sekolah berdalih hal ini demi kelancaran proses pembelajaran dan sudah mengawasi saat anak berada di dalam kelas, tapi tentu tak bisa mengawasi saat anak sedang berada di luar kelas.

Saya menyarankan bahwa solusi terbaik adalah pindah sekolah. Tetapi pilihan untuk pindah ini sangat tidak memungkinkan sehingga tiada pilihan lain selain tetap ‘bertahan’. Kemudian saya menyarankan agar orangtua memaksimalkan upaya untuk “meminimalkan efek buruk agar tidak meluas dan merembet ke hal2 buruk lainnya”, yaitu dengan mengintensifkan komunikasi dan edukasi. Sering mengajak ngobrol, berbagi cerita sambil menguatkan pemahaman tentang aturan batasan yang telah ditetapkan dalam Islam.

Dua bonding; emotional and spiritual bonding...

Salah satu tugas pengasuhan adalah membuat ikatan emosi yang kuat antara ortu dan anak yang dikenal dengan istilah emotional bonding. Ikatan emosi atau batin ini berpengaruh bagi anak dalam menjalani masa-masa sulit semasa hidup sekalipun tak ada ortu di sisi. Tak selamanya ortu mendampingi hidup anak. Ia harus tumbuh mandiri dengan potensinya. Emotional bonding yang kuat terhadap ortu sebagai pengarah.

Setidaknya ada beberapa masa kehidupan dalam diri anak dimana ia alami krisis : pra sekolah, pra puber, pubertas, pra nikah dan nikah. Di masa-masa tersebutlah ia butuh bimbingan dan arahan. Maka meski tak ada ortu di sisi, nasehat-nasehat dan teladan ortu tetap dijaga selama masih ada ikatan batin. Hal ini lah yang dialami oleh Nabi Yusuf muda saat terpesona dengan kecantikan zulaikha dan diajak berbuat mesum. Ia punya hasrat, hasratnya hampir saja menjerumuskannya seandainya Allah tak berikan ‘pertanda’. Seperti yang terdapat dalam surat Yusuf : 24. Sila dibaca.

‘Pertanda’ yg dimaksud adalah nasehat ayahnya yang tiba-tiba muncul saat ia hampir saja terpedaya oleh nafsunya. Ini kata ibnu katsir. Bayangkan! Nabi yusuf yang terpisah jauh oleh ayahnya, terjaga diri dari bujukan setan. Tak jadi berbuat zina. Tersebab ikatan batin dengan ayahnya. Itu pula yang diharapkan dari anak kita. Jauh terpisah namun menjaga kehormatan keluarga karena nasehat indah ortu yang tertanam dalam jiwa.

Anak yg tak punya emotional bonding maka tak percaya dengan ortunya. Lebih dengar kata temannya sekalipun buruk, sehingga ia akan sangat mudah sekali terbawa arus pergaulan negatif yang menjerumuskan pada kerusakan.

Selain emotional bonding, yang lebih wajib dibangun oleh orangtua adalah Spiritual Bonding yakni keterikatan batin dengan Allah SWT. Ia bukan hanya ‘dikendalikan’ oleh nasihat kedua orangtuanya akan tetapi ia merasa sepenuhnya diawasi dan dikendalikan oleh kuasa Allah SWT. Kokohnya dua bonding ini menjadikan seorang anak matang kepribadiannya terjaga dalam kebaikan-kebaikan.

Dalam kasus yang dialami oleh sahabat saya ini sebagaimana diungkap diawal bahasan, penguatan emotional dan spiritual bonding ini menjadi hal yang sangat penting dalam membangun ‘imunitas’ dalam diri anak terhadap berbagai virus-virus lingkungan yang ‘mematikan’. Kebal 100% dari virus tentu juga tidak, akan tetapi dengan “Vaksin Bonding” ini anak akan lebih mudah ‘diakses’ dan dikendalikan.

Ada juga salah satu member OBK yang bertanya terkait maraknya pemberitaan di media massa tentang tindak kekerasan seksual yang terjadi di kalangan anak remaja belakangan ini (seolah ada 'settingan' terkait blow-Up issu ini di media). Sekali lagi, peran maksimal orangtua harus dimaksimalkan. Kualitas kehadiran ayah dan bunda harus betul-betul tidak lagi ASSAL !!!

Bagaimana menciptakan emotional dan spiritual bonding pada anak?
Dua bonding ini bisa dilakukan dalam beberapa langkah strategis, diantaranya sebagai berikut:

1# Pahami sumber utama emotional dan spiritual bonding. Emotional bonding bersumber dari kehangatan komunikasi sejak masa awal pertumbuhan, dan sumber utama spiritual bonding adalah aqidah tauhid pada Allah sang penggenggam alam semesta.

2# Evaluasi cara dan konten komunikasi. Cara berkomunikasi yang perlu dievaluasi adalah dalam hal ‘pelibatan’ emosi, apakah selama ini cenderung terkendali ataukah selalu ‘meledak’ saat masalah pada anak terjadi. Konten dalam komunikasi juga wajib kembali dicermati. Dalam setiap bahasa dan ungkapan yang digunakan apakah lebih banyak mengeksekusi (langsung melayani, gampang menyalahkan atau melemahkan, memberi solusi tanpa diskusi) ataukah lebih banyak bermuatan edukasi dan diskusi serta menguatkan pikiran dan hati (memberi kesempatan anak ‘mengekspresikan’ pemahaman dan pengalamannya sendiri, memberi pemahaman sesuai tahapan/usia perkembangan, menjaga harga diri anak, melatih kesabaran, menanamkan rasa tanggungjawab, mengokohkan rasa percaya diri, dll)

3# Waspadai bahaya ‘benalu-benalu’ tumbuh kembang.
- Jangan biarkan anak: ‘dinasihati’ si pembual dan berhati kejam yang bernama TeleVisi; bergaul dengan gadget dan video games hingga lupa ‘makan’ (makanan jasmani maupun ruhani); mengidolakan para pembangkang; berteman dengan para pecundang.
- Tancapkan doktrin (dengan cara yg baik) tentang kriteria: sarana hiburan yang diperbolehkan, tokoh idola yang mjd panutan, orang baik dalam pertemanan, bahkan sesuatu yang sebaiknya dimakan.
- 'Matikan' TV, perbanyak baca buku ngaji.

Paling tdk ada 10 ‘benalu’ tumbuh kembang yang harus 'diamankan':
1) Tiada  keharmonisan, 2) Lemahnya  keteladanan, 3) Tutur  kata  melemahkan/menyakitkan, 4) Pemanjaan  berlebihan, 5) Interaksi  gadget  tanpa  batasan, 6) dosa  dan  kelalaian  dibiarkan, 7) Pendidikan  agama  telat  diberikan, 8) Kebebasan  pertemanan, 9) Tiada  ngobrol &  meberi penghargaan, 10) Makanan  tidak  halalan thoyyiban.

Sepuluh benalu ini harus dirubah/diganti menjadi tanaman bunga yang menyejukkan pandangan...

4# Mengenalkan anak pada: Allah dan RasulNya, syurga dan neraka. Minimal sekali: anak tahu bahwa Allahlah yang menciptakan, menjaga dan menjamin segala kehidupan, memahami bahwa Rasulullah adalah manusia yang paling mulia dan yang paling mencintai ummatnya termasuk ananda, anak memahami diantara sekian kenikmatan syurga yang akan diterima oleh hamba Allah yang bertaqwa. Untuk anak usia dibawah 10 tahun "lebih banyak" kenalkan syurga dibanding neraka.

5# Mengenalkan kedisiplinan ibadah/ ketaatan pada syariat sejak usia dini. Beberapa kalimat yang kami tanamkan pada anak-anak (putri), diantaranya:
- “Nak, setiap muslimah itu wajib berhijab atau membiarkan tubuhnya digantung di neraka di hari kemudian...”
- “OK adek, karena sekarang usiamu masih 3 tahun, 3 kali sehari shalarnya gak papa. Sambil belajar ya, tapi nanti klo sudah besar seperti abi dan umi gak boleh lagi enggak shalat 5 kali sehari”
- “Kakak, usia kakak sekarang 4 tahun. 6 tahun lagi kan 10 tahun. Rasulullah memerintahkan untuk memukul anak jika 10 thn gak shalat. Tapi abi gak tega mukul kamu kak, jadi dari sekarang kita sama-sama membiasakan ya...”

6# Jangan ada dua raja dalam satu istana. Jalin kekompakan dan kuatkan keteladanan.

7# Harus langsung turun tangan, bukan hanya ‘turun kata’. BERHENTI untuk menyuruh tanpa terlebih dulu mencontohkan. STOP menginstruksi dg intonasi tinggi dari kejauhan, mengalahlah untuk mendekat dan menyentuh langsung pundak ananda, gandeng tangannya untuk meninggalkan keburukan menuju kebaikan dan perbaikan.

Uraian singkat dan sederhana sungguh amatlah tidak ‘layak’ untuk menjawab semua persoalan. Minimal dari sini kita bersama-sama saling menguatkan untuk terus berada di jalan kebenaran dan menyelesaikan permasalahan dengan cara-cara yang benar.

Hanya Allah tempat kembali dan pertanggungjawaban segala urusan...

Raising A Reader - Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini

KULWAAP SOLO RAYA #2 - TAHUN 2016

✏ MATERI : Raising A Reader - Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini

�� Selasa, 17 Mei 2016

⏲20.00 - 21.00

Narasumber : Thasya Sugito S.Pd, S.Kom
Moderator : Wahyu Mardhatillah
Notulen : Chika K Rachma

BIODATA
����������������
�� Narasumber : Thasya Sugito S.Pd, S.Kom

CV Singkat :
- Ketua Islamic Parenting Community
- Founder dan Owner Smart Talent Indonesia
- Parenting &Academic Advisor "Prime Smart Islamic Montessori School"

Thasya Sugito, adalah seorang Ibu dari empat orang anak. Anak pertamanya, Ai Nurmalativah (21thn), adalah anak yang diasuhnya sejak kelas satu smp hingga sekarang telah duduk di bangku semester 4 Jurusan Manajemen. Pengalaman mengasuh Ai ini menjadi pengalaman berharga untuknya mengasuh tiga anak kandungnya (M. Rayshan Fikri (11 thn); Ayesha Rayhana(5 thn); dan M.Razzan Abdurrahman(3 thn)).

Suaminya (Alek Kuswandi) adalah partner sejatinya yang sejak tahun 1996 hingga sekarang, mewakafkan diri untuk mengelola dan mengembangkan asset umat di bilangan gegerkalong, Bandung. (Pondok Daarut Tauhid)

Berlatar belakang pendidikan, ilmu komunikasi, dan psikologi, ia pernah menekuni berbagai profesi, mulai dari pedagang, pemandu wisata, humas di sebuah lembaga dakwah dan pendidikan, guru, dosen, hingga akhirnya menetapkan hati untuk menjalani keseharian sebagai IRT sekaligus konselor di Smart Talent –sebuah lembaga yang berfokus di bidang pengembangan diri, konsultansi pendidikan, dan juga evaluasi psikologis.

Hal ini didasari oleh cintanya pada dunia psikologi pendidikan. Disinilah, ia berkesempatan berbagi ilmu dan bertemu dengan banyak orangtua di Indonesia (di Jawa, Sumatra, Kalimantan). Berbagi dengan mereka adalah hal yang membahagiakan baginya.

Dari sini juga, ia semakin meyakini bahwa anak-anak adalah anugerah terbesar yang dimiliki setiap orangtua, dan betapa setiap anak adalah bintang di kehidupannya sendiri.

Cita-citanya adalah menjadi pribadi yang penuh manfaat untuk orang lain, serta dapat berkontribusi positif di dunia pendidikan dan parenting.

Pin BB: 53b40a88
WA : 0813 9454 1030
Email: sthasya@gmail.com
FB: Thasya Sugito
IG: @thasya_sugito   @ensiklotoko��

MATERI
������������������

�� Raising A Reader
������������������������
Membaca adalah kebiasaan orang2 sukses. Bagi seorang muslim, membaca juga adalah perintah pertama yang Allah turunkan. IQRA'. Membaca dalam perintah Allah SWT tersebut bukan hanya membaca kertas-buku...namun juga membaca lingkungan, alam sekitar, perilaku orang lain, dll.
������������������������

Untuk meyakinkan kita betapa pentingnya menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini, mari kita lihat pointers berikut:

‼Mengapa Membaca Itu Penting‼
1. Membaca mengembangkan otak. Otak butuh 'latihan'. Memahami bahasa tulisan, adalah salah satu cara untuk melatih otak ��
2. Kita hidup di era 'banjir informasi', sehingga bila kita tidak memiliki keterampilan membaca yang baik, akan sulit untuk memilah informasi serta mengedukasi diri
3. Membaca meningkatkan imajinasi
4. Membaca dapat meningkatkan kemampuan fokus dan konsentrasi
5. Membaca membantu diri mengembangkan self image yang baik
6. Membaca meningkatkan kosakata, sehingga dapat membantu juga meningkatkan kemampuan verbal
7. Meningkatkan daya ingat
8. Membaca itu MENCERDASKAN!
����

Karenanya tentu yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah: "HOW TO RAISE A READER?"

Ceritanya, anak pertama saya (12thn), memiliki hobi membaca ensiklopedi, siroh nabawiyah, dll. Buku2 teks setebal 700-900 halaman dapat diselesaikan dalam waktu 2 hari saja. Secara sadar saya sadari bahwa hobi ini tidak serta merta hadir begitu saja. Maka izinkan saya berbagi dengan sahabat2 disini.

Apa saja ikhtiar saya dalam mengasuh anak menjadi pencinta buku:
1⃣ Jadilah TELADAN! MEMBACALAH! ����
2⃣ Sisihkan waktu setiap hari untuk membacakan buku/membaca bersama anak2 meski hanya 10-15mnt/hari
3⃣ Penuhi lingkungan anak dengan bahan bacaan bergizi dan bervariasi
4⃣ Jadwalkan 'Family Reading Time'
5⃣ Jadikan membaca sebagai bagian integral aktivitas anak2 (misal: saat berjalan2, saat belanja, saat memasak, dll)
6⃣ Kembangkan kebiasaan 'cinta perpustakaan', bawa mereka mengunjungi perpustakaan lokal secara berkala. Ajarkan 'library skill' pada mereka ��
7⃣ Perhatikan perkembangan kemampuan membaca anak (pastikan buku yang dibacanya sesuai dengan perkembangan kemampuan membaca mereka)
8⃣ Pastikan anak tidak memiliki kesulitan/hambatan belajar membaca, bila ada, segera lakukan intervensi dini. Segera bantu ia mengatasi kesulitannya, agar membaca tidak menjadi momok baginya. ��
9⃣ Minta anak menceritakan bacaannya, dan bersikaplah antusias-positif saat anak menceritakan bacaannya.

Hasan al-Bashri berkata, “Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa orang, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham.” (Syarhus Sunnah, juz: 14).

Hammam bin al-Haris berdoa, “Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan sedikit tidur dan anugerahkan kepadaku bangun malam dalam ketaatan.” (Sifatus Shafwah, 3:22). Mungkin doa yang dipanjatkan Hammam ini tidak pernah terpikirkan di benak kita, bagaimana seseorang bisa terpikir berdoa kepada Allah agar dicukupi dengan sedikit tidur demi memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah. Kita lebih sering meminta agar tidur kita pulas dan nyenyak dan tidak jarang tertinggal shalat subuh di masjid.

Ibnu Aqil al-Hanbali mengisahkan perjalanannya menuntut ilmu dan fokus terhadap apa yang ia cita-citakan sehingga ia menjadi seorang ulama yang terpandang. Beliau mengatakan, “Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, tatkala lisanku telah membaca dan berdiskusi, mataku lelah membaca, maka aku menggunakan pikiranku dalam keadaan beristirahat dan berbaring. Sehingga aku berdiri dalam keadaan ide-ide yang banyak dalam benakku lalu, aku tuangkan ide tersebut dalam tulisan. Aku dapati kesungguhanku dalam belajar lebih kuat saat aku berusia 80 tahun dibanding waktu aku berumur 20 tahun.” (al-Muntadzim fi Tarikhil Umam, juz: 9).

��������������

Buibu...pasti pengen punya putra putri seperti ulama shalih terdahulu dong ya?
Rata-rata mereka menguasai banyak cabang ilmu dan unggul pada bbrp bidang sekaligus.

Kalau bahasa sundanya mah: kabita ��

Nah sepakat kan kl sumber ilmu itu salah satu nya buku?

Gimana sih bikin anak cinta ilmu, cinta buku?

Mari berbagi ^^

Konon, M.Hatta sang proklamator mulai mengoleksi buku sejak berusia 17thn, dan pada saat menikah, maharnya adalah 17 peti buku ������

Seorang Hasan Al Banna lain lagi.. Putra putrinya diberikan 3 jenis uang saku:

3 qirsy utk harian
10 ma'dain uang pekanan
50 qirsy utk bulanan

Yang paling banyak ini dialokasikan untuk apa?

Yaitu untuk beli buku dan mengisi perpustakaan pribadi anak2nya ����

Yg pertama dan paling efektif tentu saja adalah: KETELADANAN.
Dari siapa? Tentu dari kita, orangtuanya.
Kenapa? Karena bila anak terbiasa melihat, akan lebih mudah menumbuhkan ketertarikannya pada bahan bacaan ��

TANYA JAWAB✨✨

Wahyu: 1⃣ Ika Yogya

Bunda...metode apa yg digunakan untuk mengajari anak membaca? Anak saya Mirza *4th suka sekali dengan buku tapi blm bisa membaca. Adakah tips khusus?

1⃣ bunda Ika yang baik, anak usia 4 tahun belum wajib bisa membaca ��, cukup dengan sering mengajaknya membaca dengan metode:
- follow the line➡saat membaca bersama anak, gunakan jari kita untuk menunjuk baris2 yang kita baca.
- story telling/mendongeng. Gunakan intonasi menarik untuk memancing ketertarikan anak pada apa yg kita bacakan

Karena, yang terpenting untuk anak usia 4 tahun adalah membangun kecintaannya pada aktivitas membaca dulu.

Nanti di usia 6.8 atau 7 tahun, barulah kita boleh 'pusing' bila anak belum juga tertarik untuk belajar membaca ��

2⃣ Fera - Kartasura

��� tanya bunda, anak sy perempuan 4th dan laki2 2th. Utk teladan baca sy baca buku, suami baca koran. Tp ya blm tentu setiap hari sih. Anak2 sudah disediakan buku sendiri, tp ujung2nya lebih tertarik dg buku ortunya ��
Gmn ya bund, agar anak mjd lebih tertarik dg buku? Terutama anak sy yg 4th klo buka buku malah nyanyi2 yg tidak nyambung dg buku bacaannya? ��
Terima kasih.

2⃣ bunda Fera sholihah, agar anak lebih tertarik pada buku, caranya adalah lebih sering beraktivitas dengan buku, agendakan secara khusus setiap hari untuk membacakan buku. Bila belum bisa menyediakan waktu yg panjang, minimal sediakan 10menit setiap hari ��
Pastikan saat kita membaca bersama anak, hati-pikiran kita fokus kepada aktivitas tsb. Sehingga, kita akan mempersiapkan proses membaca bersama itu dengan sebaik mungkin, karena kita akan berusaha memikat klien utama kita (anak) ��

3⃣ Chika - Solo (Shaw 3th)

Buku apa yg menarik utk anak 3th cowok.. apakah ada waktu yg baik utk membaca? Misal pagi hari jam brp atau sblm tidur gt

3⃣ Bunda Chika...great questions! ��
Buku yang menarik utk anak usia 3thn adalah buku yang lebih dominan gambarnya, dan berisi kurang dari 100 kata. Sebisa mungkin, cari buku2 yg bergambar mendekati bentuk aslinya.
Waktu terbaik? Saat anak sedang bahagia dan nyaman...��
Selamat membaca bersama Shaw ya bund...

4⃣ Nares - Yogya

Ibu thasya yang baik,
Terkait raising a reader, anak saya (3tahun) lagi senang2nya pada buku. Sejak 6bln sy kenalkan soft book hingga sekarang hardbook yang semua halaman hardpaper. Tiap dikamar jelang tidur minta dibacakan.
Buku genre apa untuk anak balita?

4⃣bunda Nares tersayang, langkahnya sudah luar biasa ya...mulai dari buku bertekstur, hingga board book.
Saya pribadi meyakini, bahwa momen sebelum tidur sangat efektif untuk menanamkan nilai2 positif dan menguatkan karakternya melalui kisah. Maka saya memilih buku yang menguatkan hal tersebut. Biasanya buku yang saya pilih adalah buku2 yang berkisah tentang rasul dan para sahabatnya. Pilihan kembali pada bunda ��

5⃣ Rini - Solo ( anak 1 usia 3,5 thun)

anak sy saat ini lg seneng2 nya diceritaain abinya karena memang blm bisa membaca, saat ini saya amati dia lbh intens membaca huruf hijaiyah dan kurang tertarik dengan huruf latin kecuali membaca namanya sendiri.
Jadi klo ada huruf yg sama kyk namanya dia menganggapnya itu namanya.

Apakah memang demikian anak usia segitu?bgmana sebaiknya mengenalkan membaca di usia 3th dg huruf atau lgsg kosakata

5⃣ bunda Rini, untuk anak usia 3 thn, target itamanya bukan mengajarkan membaca huruf per huruf atau kata per kata, namun bagaimana memantik ketertarikannya pada aktivitas membaca. 'Cinta membaca', jauh lebih penting dari 'bisa membaca'.
Nanti, setelah ia 'membaca' pancing ia untuk menceritakan apa yang sudah dibacanya 'versi dirinya' ��

6⃣ Esti - Sukoharjo

#Prioritas mana antara mengenalkan membaca huruf hijayyah atau membaca latin ?

#bagaimana menyeimbangkan antara suka baca buku/komik/koran dll, dengan baca Quran ?

trimkasih

6⃣ Bunda Esti, untuk pertanyaan pertama, ada dua pendapat. Ada yg memilih mengajarkan huruf hijaiyah terlebih dahulu karena mengutamakan pahala mengajarkan membaca al qur'an. Ada yg memilih mengajarkan huruf latin dahulu karena di Indonesia, sebagian besar bacaan yang ada di sekitar kita berhuruf latin (kiri ke kanan). Mangga dipilih saja bun ��

Bagaimana menyeimbangkannya? Saya pribadi cenderung mengarahkan anak untuk membaca hanya yg bermanfaat. Dan Al Qur'an mendapat porsi utama. Sedikit sekali porsi untuk komik, karena kami hanya menemukan sedikit sekali komik yang bermanfaat dan meningkatkan kualitas iman anak2. Sehingga, saya pikir....pilihan bacaan akan sangat bergantung pada visi misi keluarga kita ��

7⃣ Lovi - Jaten

Library skill itu apa?
Mulai usia brp anak dikenalkan ensiklopedi? Baiknya ensiklopedi yg bergambar asli ato kartun?
Minta saran tema bacaan untuk anak balita bun.
Terima kasih

7⃣ library skill itu kemampuan 'menggunakan' perpustakaan bunda Lovi. Mulai dari menyiapkan tema yang akan kita cari, bagaimana cara mencari buku di perpustakaan untuk tema tersebut, hingga proses pengembaliannya.

Ensiklopedi visual (yg didominasi gambar, boleh2 saja dikenalkan sejak usia 3 tahun sekalipun. Saran saya, pilih yang gambarnya bukan kartun.
Tema bacaan untuk balita, baiknya yang mendekati kehidupan nyatanya, contoh: buku belajar menyikat gigi sendiri, tini membantu ibu, dll. ��

8⃣ Wiwik - Klaten
Anak sy udah hoby baca, pertanyaannya, bgmn ya crnya menambah kecepatan baca? dia emang masih kelas dua sd dan sudah keliat suka bc d tulis apapun yg diliatnya.

8⃣Bunda Wiwik shalihah, kecepatan membaca akan meningkat secara otomatis seiring 'jam terbangnya'. Nanti di usia 15 tahun'an, boleh saja bila ingin diajarkan sistem speed reading, tapi untuk sekarang, saran saya perbanyak saja jam terbangnya ��

9⃣ Tyas - Skh
Mbak kalau untuk buku bacaan anak, Apakah Kita harus membaca dulu baru mereka baca?

9⃣ Bunda Tyas, semua buku untuk anak, wajib kita baca terlebih dahulu untuk menghindari anak terpapar konten yang tidak sesuai untuk usianya. ��

�� Rahma - Solo

Bunda kaka
Saat ini banyak buku2 bagus utk anak yg harganya jutaan sampai ada arisan segala utk memperingan angsuran biayanya. Perlukah kita memilikinya? Ada rekomen bgs buku utk balita seperti apa

��Bunda Rahma...tentang perlu atau tidaknya, lagi2 harus dikembalikan pada visi misi keluarga. Bila kontennya dianggap mendukung proses pendidikan dalam keluarga, maka buku2 tersebut dapat menjadi pilihan. Namun bila sekiranya harganya malah memberatkan, tentu kembali ke prioritas keluarga. Jangan terpaku pada harga. Untuk urusan buku, saya termasuk yang sering berburu buku di pasar murah atau pasar buku bekas. Karena, ensiklopedi yang harganya jutaan itu, di pasar buku bekas rata2 dijual hanya 50-200ribu saja/paket ��. Selain itu, buku2 lainnya pun masih banyak yg tak kalah bagus dari buku2 yang harganya jutaan itu lho.. ��

Sabtu, 21 November 2015

Cara Mendengarkan " Recording" Kelas Webinar

Dear Bunda2, Jika Bunda tidak bisa mengikuti  Live kelas webinar Institut Ibu Profesional , bunda tetap bisa mendengarkan recording nya

Berikut step2 untuk mendengarkan kelas webinar Institut Ibu Profesional 

  1. Login terlebih dahulu pada platform Wiziq , berikut tampilannya setelah login :



2.  Lalu Klik " Live Class",, spt capture di bawah ini



lalu akan keluar tampilan spt capture di bawah ini 




3. Klik Kelas Webinar mana yang mau di dengarkan recording nya , contoh capture di bawah ini 
saya klik kelas bunda sayang #1 Komunikasi Produktif 




Lalu Klik View Recording / Download recording apabila ingin mendonwload recordingnya 

Demikian Infonya bunda, Semoga dapat membantu bunda mendengarkan recodring kelas webinar yang sudah terlewat 

Terima Kasih
Mama VaVi





Kurikulum Kuliah Institut Ibu Profesional " Bunda Cekatan "

II.PROGRAM BUNDA CEKATAN
Standar Kompetensi: Memahami ketrampilan dalam mengembangkan materi, teknologi, metode, peralatan, dan pelatihan untuk mengembangkan potensi diri perempuan sebagai individu, ibu, dan istri.
Durasi : 12 kali pertemuan @ 1 jam
Kompetensi  Dasar
Hasil Belajar
Indikator

Materi Pokok
1. Menguasai ilmu ketrampilan bagaimana menjadi insan pembelajar yang sanggup mencari sumber belajar secara mandiri.
1.1 Memahami ketrampilan menjadi insan pembelajar

1.2 Memahami ketrampilan  mencari sumber belajar secara mandiri
* Mampu mengetahui dan menjalankan tahapan-tahapan yg diperlukan untuk menjadi insan pembelajar.

*Mampu mencari sumber belajar yang dibutuhkan secara mandiri.
*Learn How to Learn
2. Menguasai ketrampilan mind mapping sebagai dasar pola berpikir
2. 1 Memahami mind mapping sebagai pola pikir yang menarik
2.2 Mempraktekkan mind mapping untuk membantu belajar anak.
* Mampu membuat mind mapping.
*Mampu mempraktekkan mind mapping untuk membantu proses belajar anak
Mind Mapping
3. Menguasai ketrampilan mengatur  waktu untuk diri sendiri, keluarga dan kegiatan
3.1 Mengetahui tahapan-tahapan  mengatur waktu untuk diri sendiri, keluarga dan kegiatan

3.2 Mampu mengatur waktu untuk diri sendiri, keluarga dan kegiatan
*Bisa menyebutkan dan memahami tahapan mengatur waktu untuk diri sendiri, keluarga dan kegiatan.


*Bisa mengatur waktu, menjalankan komitmen dan disiplin terhadap diri sendiri, keluarga dan kegiatan lain.
Manajemen Waktu Untuk Diri Sendiri, Keluarga dan Kegiatan
4. Menguasai ketrampilan manajemen keuangan Rumah Tangga
4.1 Memahami pentingnya cash flow keuangan rumah tangga
4.2 Memahami aktivitas ibu sebagai manajer keuangan Rumah Tangga.
*Mampu mengatur cash flow keuangan keluarga dengan baik
* Mampu menjalankan fungsi ibu sebagai manajer keuangan Rumah Tangga
*Manajemen Keuangan Rumah Tangga
5. Menguasai ketrampilan Manajemen Menu Keluarga
5.1 Memahami tahapan mengatur menu keluarga
5.2 Memahami konsep menyusun  menu 10 hari.
*Mengidentifikasi segala hal yang diperlukan untuk mengatur menu keluarga
*Mampu menyusun menu 10 hari, standar resep dan standar belanja.
* Manajemen Menu 10 Hari
6. Menguasai ketrampilan Manajemen Menata Rumah Elok dengan konsep 5 R
6.1 Memahami pentingnya manajemen menata rumah elok dengan konsep 5 R
6.2 Menguasai  ilmu manajemen menata rumah elok
* Mampu mengetahui hal-hal yang diperlukan untuk mengatur rumah elok.
*Mempraktekkan manajemen menata rumah elok di rumahnya.
*Manajemen Menata Rumah Elok dengan konsep 5 R
7.Menguasai ketrampilan emergency first untuk menangani keadaan darurat di rumah.
7.1 Memahami pentingnya emergency first dalam keluarga
7.2 Menguasai penanganan keadaan darurat di rumah
*Mampu menguasai ilmu emergency first.
* Mampu menerapkan emergency first di rumah dalam keadaan darurat
*Emergency First
8.Menguasai ketrampilan safety walking,riding dan  driving
8.1 memahami pentingnya menguasai ilmu safety walking, riding dan driving
8.2 Memahami bagaimana menerapkan safety walking, riding dan driving
*Mengidentifikasi safety riding dan safety driving.
*Menerapkan safety walking, riding and driving, di tiap-tiap jalan  lokasi umum
Safety Walking, Riding and driving.
9. Menguasai ketrampilan membangun keutuhan keluarga sebagai satu tim. (HOME TEAM)
9.1 Memahami faktor-faktor yang melejitkan bangunan keutuhan keluarga
9.2 Mempraktekkan HOMETEAM
* Mampu melihat lingkungan internal dan eksternal yang mendukung terbangunnya HOMETEAM
* Mampu menyusun aktivitas bersama.
Home Team
10. Menguasai ketrampilan dasar untuk meraih mimpi menata masa depan bersama keluarga
10.1 Memahami faktor pendukung perlunya mengubah strategi untuk meraih mimpi menata masa depan keluarga.
10.2 Melakukan aktivitas secara kontinu untuk menata masa


*Mampu menyebutkan faktor pendukung yang difunakan untuk mengubah strategi menata mimpi meraih masa depan bersama keluarga.
*Mampu menyusun aktivitas bersama keluarga untuk sarana menata masa depan.
*4 MD (Meraih Mimpi Menata Masa Depan) bersama keluarga
11. Menguasai ketrampilan dasar  sebagai seorang public speaking dan commnunicator ulung.
11.1 Memahami ilmu-ilmu dasar tentang public speaking
11.2 Mempraktekkan kegiatan menjadi publik speaking dan communicator
*Bisa mengerti dan memahami segala faktor yg mendukung Public speaking
* Mampu mengekspresikan dirinya saat menjadi public speaking dan communicator handal
Public Speaking
12. Menguasai ketrampilan grooming dan table manner sebagai sarana untuk menghargai diri sendiri dan orang lain











sumber :www.ibuprofesional.com
12.1 Memahami pentingnya grooming dan table manner sebagai sarana untuk menghargai diri sendiri dan orang lain.
12.2 Mampu mengarahkan diri sendiri dan keluarga untuk menata diri dengan baik dan belajar tentang etika diri.



*Mampu memahami pentingnya grooming dan table manner sebagai sarana untuk menghargai diri sendiri dan orang lain.
*Mampu mempraktekkan grooming dan table manner untuk diri sendiri dan anggota keluarganya.
Grooming dan table manner

















 

Mama Belajar Template by Ipietoon Cute Blog Design