Tampilkan postingan dengan label odoj1467. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label odoj1467. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2016

BERSYUKUR

Renungan yg BAGUS  : Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Malamnya sang guru memeriksa tugas itu.
Sebagian besar siswa menulis demikian,

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Candi Borobudur

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut.

Tapi guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir…

Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam…
Isinya seperti ini :
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat
2. Bisa Mendengar
3. Bisa Menyentuh
4. Bisa Disayangi
5. Bisa Merasakan
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdoa...

Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam dikelasnya yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu:
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban.
Keajaiban itu ada disekeliling kita untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!

Apa yg kita cari dalam hidup ini...?

◆Kita hidup di kebun �������� merindukan kota ��������
◆Kita hidup di kota �������� merindukan kebun.. ��������
◆Kalau kemarau ☀kita tanya kapan hujan☔?
◆Di musim hujan ☔kita tanya kapan kemarau☀?
◆Diam di rumah�� inginnya pergi✈����������������������������������������
◆Setelah pergi✈ inginnya pulang ��ke rumah..��
◆Waktu tenang���� cari keramaian...�� ��
◆Waktu ramai ������cari ketenangan...������
◆Ketika masih bujang�� mengeluh ingin nikah������ Sudah berkeluarga��, mengeluh belum punya anak��, setelah punya anak ����mengeluh betapa beratnya ��biaya �� hidup dan pendidikan...

Ternyata SESUATU�� itu tampak indah ������karena belum kita miliki...

◆Kapankah kebahagiaan���� didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada����, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...����������
Jadilah pribadi���� yang SELALU BERSYUKUR...��
dengan rahmat yang sudah kita miliki...
Mungkinkah selembar daun yang kecil �� dapat menutupi bumi �� yang luas ini..??

Menutupi telapak tangan✋ saja sulit...
Tapi kalo daun kecil�� ini nempel di mata�� kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,
Begitu juga bila hati�� ditutupi pikiran buruk�� sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan ��������dimana-mana
Bumi ini �� pun akan tampak buruk...��
Jangan menutup mata�� kita, walaupun hanya dengan daun�� yang kecil...

Jangan menutupi hati❤ kita, dengan sebuah pikiran buruk���� walau cuma seujung kuku...��
SYUKURILAH �� apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...
Karena hidup adalah :
WAKTU⏰ yang dipinjamkan,
dan Harta�������� adalah BERKAT yang dipercayakan...
dan... semua itu kelak akan di mintai pertanggungjawaban.

Jadi bersyukurlah atas nafas�� yang masih kita miliki...
Bersyukurlah atas keluarga ?��‍��‍��‍�� yang kita miliki...
Bersyukurlah atas pekerjaan ����������������✈���� yang kita miliki...

Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.
Segeralah berlomba /����dalam kebaikan di mulai dari sekarang.

Jumat, 10 Juni 2016

Harapan Itu Masih Ada Oleh : Afri Well


Harapan Itu Masih Ada
Oleh : Afri Well

Sering kali keputusasaan datang menyelimuti diri.
Seakan semua usaha telah menemui titik ujungnya.
Dan semua akan berakhir sia-sia tak bermakna.

Diri ini seakan lupa pada-Nya yang selalu ada dan menunggu hati bermunajat mesra.
Karena diri terlalu sibuk mengutuk setiap kegagalan dan segala yang menyesakkan di dunia ini.

Sahabat,
Terlalu cepat diri menerka hasil usaha sendiri.
Terlalu dini menilai semuanya akan berakhir sia-sia.

"... dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir."
[QS. Yusuf : 87]

Janganlah berputus asa dari rahmat Allah,
Harapan itu masih ada.
Biarkan secercah semangat itu menyala dalam diri.
Menyinari setiap langkah.
Menyambut esok yang cemerlang.

Ikhlaskan setiap hari yang dilalui,
Karena hidup hanya perjalanan sesaat yang pasti akan berujung.

Ikhlaskan esokmu, menunggu setiap rahasia indah yang telah ditakdirkan-Nya.

"Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani) yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit."
-Ali Bin Abi Thalib-

AIHQ PSDM ODOJ
AIHQ/126/11/04/2016
oaseodoj@gmail.com

*_"Tolong Bawa Aku ke Syurga"_*

*_"Tolong Bawa Aku ke Syurga"_*

Mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tangan saya, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu.

Dalam airmata berlinang dan ucapan yg terbata-bata... dia berkata,
*_"Jika kamu tidak melihat aku di syurga, tolong tanya pada Allah di mana aku, tolonglah aku ketika itu..."_*

Dia langsung terisak menangis, lalu saya memeluknya dan meletakkan muka saya di bahunya.
Sayapun berbisik, "S'moga Allah mengijabahnya... Aamiin.
_Aku juga mohon kepadamu jika kau tdk melihatku di syurga, tolong kau tanyakan aku juga..."_

Kami pun menangis bersama, entah berapa lama....

Ketika saya meninggalkan Rumah Sakit, saya terkenang akan pesan beliau....

Sebenarnya pesan itu pernah di sampaikan oleh seorang ulama besar, *Ibnu Jauzi*, yg berkata kepada sahabatnya sambil menangis:

_"Jika kamu tidak menemui aku di syurga bersama kamu, maka tolonglah tanya kepada Allah tentang aku: Wahai Rabb kami, Si Fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga."_

Ibnu Jauzi berpesan begini bersandar kepada sebuah hadits:

_"Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yg selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah,_
_"Ya Rabb... kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia bersholat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berjuang bersama kami."_

_*Maka Allah berfirman,  "Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah."*_
(Ibnu Mubarak dlm kitab Az Zuhd)

Maka wahai Sahabat-sahabatku,

Di dalam bersahabat, pilih lah mereka yg bisa membantu kita tak sekedar ikatan di dunia, tetapi hingga akhirat.

Carilah sahabat-sahabat yg senantiasa berbuat amal sholeh, yg sholat berjamaah, berpuasa dan sentiasa berpesan agar meningkatkan keimanan, serta berjuang untuk menegakkan Agama Islam.

Carilah teman yg mengajak ke majelis ilmu, mengajak berbuat kebaikan, bersama untuk kerja pada kebaikan, serta selalu berpesan dgn kebenaran.

Teman yg dicari karena urusan bisnis, pekerjaan, teman nonton bola, teman memancing, teman shopping, teman FB untuk bercerita hal politik, teman whatsapp utk menceritakan hal dunia, akan berpisah pada garis mati dan masing-masing hanya akan membawa amal diri sendiri.

Tetapi teman yg bertakwa, akan mencari kita untuk bersama ke Syurga.

Simaklah diri, apakah ada teman yg seperti ini dalam kehidupan kita...atau yg ada mungkin lebih buruk dari kita.

Ayo berubah sekarang, kurangi waktu dgn teman yg hanya condong pada dunia. Carilah teman yg membawa kita bersama ke syurga, karena kita tidak bisa mengharapkan pahala ibadah kita saja untuk masuk Syurga Allah.

Perbanyaklah usaha... In syaa Allah satu darinya akan tersangkut dan membawa kita ke Pintu Syurga.

*Al-Hasan Al-Bashri berkata:*

_"Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat.”_

Pejamkan mata, berpikirlah... siapa agaknya di antara teman-teman kita yg akan mencari dan mengajak kita bersama-sama ke Syurga-Nya.

Jika tidak, mulailah hari ini mencari teman ke syurga sebagai suatu misi pribadi.

In syaa Allah kepada siapa saja kita boleh menyampaikan pesan ini.

--------
_*Sahabat-sahabatku yang Disayang Allah... tolong tanyakan kepada Allah, jika aku tiada bersamamu nanti di Syurga-NYA...*_

*DAHSYAT NYA DOA SEBELUM BERBUKA PUASA*


*DAHSYAT NYA DOA SEBELUM BERBUKA PUASA*

Ada suatu waktu yang mustajab untuk berdo’a, dimana do’a tersebut tidak akan ditolak oleh Allah SWT, yaitu berdo’a saat

_*"MENJELANG BERBUKA PUASA & MENJELANG MAKAN SAHUR"*_

Tetapi sayangnya banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya.

Di Mekkah dan Madinah, satu jam sebelum adzan maghrib orang-orang sudah menengadahkan tangan ke langit berdo’a untuk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mereka berdo’a dengan khusyu’ sepenuh keyakinan, sampai-sampai air mata mereka mengalir tak terasa..

_*Ya, berdoa meminta kepada Allah yang Maha Kaya...*_

Kesalahan yang dilakukan kaum muslimin kita disini ( _Indonesia_ ) yaitu dengan menyia-nyiakan waktu yang sangat mustajab ini dengan cara _*ngabuburit*_ menjelang adzan maghrib..!!!

Kemudian berkumpul menghadapi hidangan berbuka, dan mereka sudah merasa cukup dengan hanya membaca _"Allahuma lakasumtu..._ atau _dzahaba zhoma'u...."_ , padahal hanya mencakup maknanya berupa laporan dan ucapan syukur..

Setelah kita memahaminya, hendaknya min 10 ~ 15 menit sebelum adzan maghrib (sudah dalam keadaan berwudhu) kemudian berdo’a meminta apa saja ( _adabnya dengan didahului puji-pujian kepada Allah dan bershalawat atas Nabi_ ),
Karena Allah menggaransi bahwa do’a-do’a tersebut akan dikabulkan.

_*"Allah sesuai prasangka hamba kepada Nya"*_

Manfaatkanlah waktumu sholihat, bukan hanya demi santapan atau berburu makanan saat jelang buka. Berdo'alah untuk diri kita, keluarga kita, orangtua kita, sahabat kita, negeri kita....

Musuh-musuh Islam tahu betapa hebat ummat _Muhammad SAW_ bila mereka berdo'a keoada _Rabb_ nya disaat menjelang berbuka.

Karena itu, mereka buat tipu daya untuk melalaikannya dengan program-program tv dan media lainnya di waktu-waktu yang mustajab yaitu: _*menjelang berbuka dan menjelang sahur (2/3 malam)*_. sehingga ummat ini, mereka makan-minum, berpuasa, namun tak sempat untuk berdo’a.

Semoga nasehat yang singkat ini bermanfaat bagi umat yang belum mengetahui nya

*..أمـــــين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن*

 

Mama Belajar Template by Ipietoon Cute Blog Design